Bahkan ketika berbagai jajak pendapat baru menunjukkan persaingan yang ketat secara nasional, Presiden Barack Obama tetap unggul tipis atas penantangnya dari Partai Republik, Mitt Romney, di negara bagian yang bisa membantunya menang.
Obama juga masih tetap datar dalam jajak pendapat di dua negara bagian lainnya, Colorado dan Virginia, yang bisa menjadi garis pertahanan kedua baginya jika ia kalah di negara bagian seperti Ohio, menurut FiveThirtyEight, sebuah blog pemantau jajak pendapat yang berpengaruh di Amerika Serikat. Waktu New York.
Namun menurut jajak pendapat terbaru Washington Post-ABC News, upaya penjangkauan besar-besaran yang dilakukan tim kampanye Obama dan Romney mengguncang keadaan di negara-negara yang kritis.
Secara keseluruhan, perolehan suara secara nasional turun menjadi 49 persen untuk Romney dan 48 persen untuk Presiden Obama, kata Post, bukan perubahan signifikan dari keunggulan Romney yang sebelumnya 50 menjadi 47 persen, dan kembali ke angka dua hari sebelumnya.
Romney masih unggul dalam hal penanganan perekonomian, mendapat dukungan tertinggi dalam kampanye yaitu 60 persen dari pemilih kulit putih dan unggul 20 poin di antara para politisi independen, menurut jajak pendapat Post.
Obama mendapat 82 persen dukungan dari kalangan non-kulit putih, dan dukungan tersebut karena jumlah pemilihnya empat poin lebih banyak dari Partai Demokrat dibandingkan Partai Republik, katanya.
Kesenjangan antara partai-partai tersebut bahkan lebih kecil yaitu dua poin persentase ketika melihat partai tersebut “condong” terhadap partai independen dan non-partisan lainnya, menurut jajak pendapat tersebut.
Sementara itu, survei CNN/ORC International menunjukkan persaingan untuk merebut Ohio, yang bisa dibilang sebagai negara bagian yang menjadi medan pertempuran paling penting, masih sangat ketat.
Obama unggul empat poin atas Romney dalam perebutan 18 suara elektoral di Ohio dengan 50 persen pemilih mendukung presiden tersebut dan 46 persen mendukung mantan gubernur Massachusetts.
Keunggulan empat poin Obama terletak pada kesalahan pengambilan sampel (sampling error) survei tersebut. Survei tersebut dilakukan Selasa hingga Kamis, seluruhnya setelah debat presiden terakhir pada hari Senin.
Jajak pendapat yang dilakukan oleh organisasi lain bulan lalu, sebelum debat pertama, menunjukkan Obama unggul tujuh banding 10 poin dari Romney.
Bahkan ketika berbagai jajak pendapat baru menunjukkan persaingan yang ketat secara nasional, Presiden Barack Obama tetap unggul tipis atas penantangnya dari Partai Republik, Mitt Romney, di negara bagian yang bisa membantunya menang. Obama juga masih tetap datar dalam jajak pendapat di dua negara bagian lainnya, Colorado dan Virginia, yang bisa menjadi garis pertahanan kedua baginya jika ia kehilangan negara bagian seperti Ohio, menurut FiveThirtyEight, sebuah blog pemantau jajak pendapat yang berpengaruh di New York Times. . Namun menurut jajak pendapat terbaru Washington Post-ABC News, upaya penjangkauan besar-besaran yang dilakukan oleh kampanye Obama dan Romney mengguncang keadaan di negara-negara bagian yang kritis, persaingan nasional telah turun menjadi 49 persen untuk Romney dan 48 persen untuk Presiden Obama. , kata Post dan mencatat bahwa itu bukan perubahan signifikan dari margin 50 menjadi 47 persen pada Kamis untuk Romney, dan kembali ke angka dua hari sebelumnya. Romney masih unggul dalam hal penanganan perekonomian, menikmati dukungan tertinggi dalam kampanye yaitu 60 persen dari pemilih kulit putih dan memiliki keunggulan 20 poin di antara para politisi independen, menurut jajak pendapat Post. Obama mendapat 82 persen dukungan dari warga non-kulit putih, dan didukung karena jumlah pemilih empat persen lebih banyak dari Partai Demokrat dibandingkan Partai Republik, katanya. Kesenjangan antara partai-partai tersebut bahkan lebih tipis yaitu dua poin persentase ketika melihat partai tersebut “condong” terhadap partai independen dan non-partisan lainnya, menurut jajak pendapat tersebut. Sementara itu, survei CNN/ORC International menunjukkan persaingan untuk merebut Ohio, yang bisa dibilang sebagai negara bagian yang menjadi medan pertempuran paling penting, masih sangat ketat. Obama unggul empat poin atas Romney dalam perebutan 18 suara elektoral di Ohio, dengan 50 persen pemilih mendukung presiden tersebut dan 46 persen mendukung mantan gubernur Massachusetts. Keunggulan empat poin Obama terletak pada kesalahan pengambilan sampel (sampling error) survei tersebut. Survei tersebut dilakukan Selasa hingga Kamis, seluruhnya setelah debat presiden terakhir pada hari Senin. Jajak pendapat yang dilakukan oleh organisasi lain bulan lalu, sebelum debat pertama, menunjukkan Obama unggul tujuh banding 10 poin dari Romney.