India bersama dengan 54 negara lainnya berpartisipasi dalam konferensi yang disponsori PBB di sini pada hari Rabu untuk mengumpulkan $1,5 miliar untuk menyelamatkan jutaan orang yang terkena dampak perang sipil berdarah Suriah.

Menteri Luar Negeri E. Ahmed akan mewakili India pada “Konferensi Janji Kemanusiaan Internasional untuk Suriah”.

Konferensi akan diresmikan oleh Ban Ki Moon, Sekretaris Jenderal PBB. Emir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmed akan memimpinnya.

Di antara yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah raja Yordania, presiden Lebanon dan para pemimpin negara-negara Arab lainnya.

Pertemuan yang sangat penting itu juga akan membahas situasi keamanan dan politik di Suriah.

PBB berharap negara-negara Teluk yang kaya minyak akan memberikan kontribusi yang murah hati untuk memberikan bantuan darurat kepada lima juta pengungsi internal di Suriah dan sekitar 700.000 warga Suriah yang melarikan diri ke lima negara tetangga.

Yordania dan Lebanon menanggung beban krisis kemanusiaan ini dan telah meminta bantuan mendesak dari komunitas internasional.

Qatar dan Arab Saudi secara aktif terlibat dalam mitigasi krisis. Keduanya secara terbuka memberikan dukungan material dan moral kepada para pemberontak untuk membantu mereka menggulingkan rezim Bashar-al-Assad.

Tetapi Prancis dan Yordania telah menyatakan keprihatinan bahwa Suriah berisiko jatuh ke tangan kaum Islamis jika Assad pergi.

Beberapa hari yang lalu, Koalisi Nasional Suriah, konglomerat kelompok oposisi, mengadakan pembicaraan di Paris mengenai situasi terkini di Suriah.

Pada pertemuan inilah beberapa peserta merasa bahwa jika koalisi gagal mengambil tindakan militer dan politik secara koheren, Suriah akan runtuh sebagai sebuah bangsa dan jatuh ke tangan ekstremis Islam.

“Kita tidak bisa membiarkan revolusi yang dimulai sebagai protes damai dan demokratis berubah menjadi konflik milisi,” kata seorang anggota senior Koalisi Nasional Suriah.

lagutogel