Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-18, yang dimulai pada hari Kamis, akan menjadi “peristiwa yang menentukan nasib Tiongkok”, sebuah harian milik pemerintah melaporkan pada hari Selasa.
Sebuah artikel di People’s Daily mengatakan kongres tersebut akan “memberikan peluang penting bagi Tiongkok dalam lima tahun ke depan atau periode yang lebih lama”.
“Pada tahun pemilihan umum ini bagi banyak negara, dunia menaruh perhatian besar pada langkah-langkah terbaru CPC, dan penasaran untuk mengetahui bagaimana mereka akan menilai situasi, terus memimpin Tiongkok di jalur kebangkitan yang damai, dan mempengaruhi lanskap global,” itu berkata.
Harian itu mengatakan perekonomian dunia, yang terpukul parah oleh krisis keuangan global, sedang berjuang untuk pulih, dan “Tiongkok sedang memasuki tahap bersejarah baru dalam transformasi model pertumbuhan ekonominya, memperdalam reformasi dan membangun masyarakat yang sejahtera secara menyeluruh. selama lebih dari 30 tahun pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat berkat Reformasi dan Keterbukaan”.
Kongres Nasional CPC ke-18 akan menjadi “peristiwa yang menentukan nasib Tiongkok”.
“…Kongres nasional CPC telah menjadi penghubung penting yang memandu dan mendorong perkembangan dan perubahan Tiongkok,” tambahnya.
Artikel tersebut mencatat bahwa negara ini menghadapi peluang dan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Di satu sisi, hal ini bertujuan untuk membangun masyarakat sejahtera secara menyeluruh pada tahun 2020, atau peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis Tiongkok, sehingga waktu setelah Kongres Nasional CPC ke-18 akan menjadi sangat penting.
“Dengan landasan tata kelola yang kokoh dan dukungan publik yang besar, CPC terus mendorong Reformasi dan Keterbukaan. Tiongkok masih berada di tengah-tengah industrialisasi, pembentukan informasi, urbanisasi dan modernisasi pertanian, sehingga mempunyai potensi besar untuk pembangunan yang stabil dan kebangkitan yang damai. ,” itu berkata.
Di sisi lain, “negara ini juga menghadapi banyak permasalahan dan kesulitan, termasuk meningkatnya tekanan penurunan perekonomian”.
Pada Kongres Nasional ke-18, “Partai harus memikirkan bagaimana memanfaatkan pengalaman masa lalu yang tak ternilai, membuka jalan inovasi, memenuhi kebutuhan rakyat, memecahkan masalah-masalah yang menyangkut kepentingan vital rakyat, dan membuat kebijakan-kebijakan yang lebih sesuai yang akan diterapkan pada masa depan.” tingkat makro dan mikro demi peningkatan taraf hidup masyarakat”, demikian bunyi harian tersebut.
Lebih lanjut dikatakan bahwa Tiongkok menghadapi tantangan baru dalam menjalin hubungan dengan negara-negara besar, negara-negara berkembang, dan tetangganya.
“Di era globalisasi ekonomi, Tiongkok harus menyusun strategi baru untuk melanjutkan jalur pembangunan damai, sambil menghindari risiko dan memanfaatkan peluang. Kini Tiongkok menduduki status penting di dunia sehingga sedikit perubahan dapat mengubah keseluruhannya. dunia,” katanya.
“Masyarakat menantikan diadakannya Kongres Nasional CPC ke-18 karena ini bisa menjadi awal baru dari sebuah revolusi besar bagi Tiongkok dan bahkan dunia,” tambah artikel tersebut.