Investigasi awal terhadap bom bunuh diri berdarah pada akhir pekan di sebuah pesta pernikahan menunjukkan bahwa Taliban dan teroris bertanggung jawab, kata menteri dalam negeri Afghanistan, Minggu.
Seorang pembom bunuh diri mendekati seorang panglima perang yang menjadi anggota parlemen di pernikahan putrinya pada hari Sabtu, lalu meledakkan dirinya, menewaskan ayah pengantin wanita dan 22 orang lainnya.
Taliban belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan juga tidak membantah melakukan serangan tersebut.
Serangan mengerikan ini sekali lagi menunjukkan bagaimana para militan masih mempunyai kemampuan untuk menimbulkan kekacauan di Afghanistan, meskipun Amerika telah melakukan kampanye militer selama satu dekade di Afghanistan, dan dua setengah tahun sebelum NATO menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan pemerintah Afghanistan. .
Menteri Dalam Negeri Bismullah Khan Mohammadi berada di provinsi Samangan di Afghanistan utara pada hari Minggu untuk menghadiri pemakaman Jenderal Polisi Nasional Afghanistan Sayed Ahmad Sameh, komandan wilayah barat, yang tewas dalam serangan itu.
Sasaran ledakan di ibu kota provinsi Aybak adalah Ahmad Khan Samangani, seorang etnis Uzbek terkenal yang memimpin pasukan melawan Soviet pada tahun 1980an dan kemudian menjadi anggota parlemen.
Samangani sedang menyambut tamu di pesta pernikahan ketika ledakan melanda gedung.
Mohammad Khan, kepala intelijen di provinsi tersebut, dan Mohammadullah, seorang komandan divisi Tentara Nasional Afghanistan yang hanya menggunakan satu nama, juga tewas.
Sekitar 60 orang lainnya, termasuk pejabat pemerintah, terluka dalam ledakan tersebut.
Menteri Dalam Negeri mengatakan delegasi yang ditunjuk pemerintah masih melakukan penyelidikan, namun bukti yang sudah dikumpulkan menunjukkan bahwa Taliban dan teroris mengatur pemboman tersebut.
“Mereka datang kemarin dan mulai bekerja untuk menyelidiki kejadian ini,” kata Mohammadi.
“Polisi kami dan gubernur provinsi Samangan telah memberi tahu saya bahwa ada bukti tertentu yang menunjukkan keterlibatan Taliban dan teroris,” katanya. “Karena kejadian ini baru saja terjadi, mereka terus melanjutkan pekerjaannya, dan kami berharap dapat menangkap pelaku penyerangan ini.”
Juga pada hari Minggu, sebuah kendaraan dalam konvoi yang membawa Menteri Pendidikan Tinggi Afghanistan Obaidullah Obaid menabrak bom pinggir jalan saat melakukan perjalanan antara provinsi Baghlan dan Kunduz. Menteri tidak sedang mengendarai mobil yang terkena bom dan tidak terluka. Dua pengawalnya terluka ringan, menurut Abdul Majid, gubernur Baghlan, yang ikut dalam iring-iringan mobil.