Dialog global ASEAN yang pertama diadakan di sini pada hari Selasa, dengan fokus pada tantangan global, khususnya masalah ekonomi dan keuangan.

Dialog yang diselenggarakan berturut-turut dengan KTT ASEAN ke-21 dan KTT terkait ini dihadiri oleh para pemimpin atau perwakilan KTT Asia Timur dan kepala atau perwakilan Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Dewan Menteri. Bank Pembangunan Asia, dan Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan, lapor Xinhua.

Forum tingkat tinggi ini diprakarsai oleh Kamboja, dengan tujuan untuk bertukar pandangan mengenai tantangan global dan peran ASEAN untuk berkontribusi dalam menyelesaikan semua masalah, kata Perdana Menteri Kamboja Hun Sen saat pidato pembukaan.

“Pertemuan ini kita adakan saat dunia belum sepenuhnya pulih dari krisis keuangan global, sehingga kita harus terus menghadapi ketidakpastian pertumbuhan ekonomi dan permasalahan lainnya di masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, lambatnya pertumbuhan ekonomi dan lemahnya sistem keuangan di beberapa negara maju menyebabkan pasar dunia mengalami ketidakstabilan dan investor enggan melepas modalnya.

“Meskipun mengalami kesulitan ini, perekonomian ASEAN sejauh ini masih memiliki ketahanan,” ujarnya.

Namun, jika situasi perekonomian dunia masih lemah, ASEAN pasti akan terkena dampak krisis ini.

“Oleh karena itu, dialog tersebut sangat penting untuk mencerminkan semakin besarnya peran ASEAN dalam interaksi untuk menentukan kebijakan perekonomian di kawasan dan dunia,” kata Perdana Menteri.

Para pemimpin dari 18 negara di KTT Asia Timur, termasuk sepuluh anggota ASEAN dan Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Selandia Baru dan Rusia berkumpul di sini untuk menghadiri KTT Asia Timur ke-7.

Didirikan pada tahun 1967, ASEAN mengelompokkan Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

uni togel