Setidaknya 41 orang tewas dan 34 luka-luka ketika seorang pembom bunuh diri berseragam polisi menargetkan sebuah masjid di kota Mainama, Afghanistan utara, tepat setelah salat Idul Adha, kata seorang pejabat.

“Seorang pembom bunuh diri menargetkan sebuah masjid ketika orang-orang meninggalkan gedung masjid setelah salat Idul Adha sekitar pukul 09.00 pada hari Jumat di kota Maimana, menewaskan 41 orang dan melukai 34 lainnya,” kata Wakil Gubernur Provinsi Abdul Satar Bariz kepada Xinhua.

Korban tewas termasuk 23 anggota Polisi Nasional Afghanistan, kata Bariz, seraya menambahkan bahwa kepala polisi provinsi Abdul Khaliq Aqsay termasuk di antara yang terluka.

Pelaku bom mengenakan seragam polisi karena pengamanan ketat. Pejabat tinggi provinsi menghadiri salat di Masjid Idul Fitri, masjid terbesar di kota itu, kata Bariz.

Namun, media lokal Tolo News melaporkan bahwa kepala polisi Faryab tewas dalam serangan itu, mengutip seorang anggota parlemen Afghanistan dari provinsi Faryab.

Bariz mengatakan jumlah korban bisa bertambah karena banyak korban luka berada dalam kondisi kritis.

Ledakan tersebut menyebabkan kepulan asap kelabu membubung di atas lokasi kejadian.

Korban luka, beserta jenazah korban tewas, dibawa ke rumah sakit utama provinsi dengan menggunakan kendaraan polisi dan sipil, kata pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa mereka yang berada dalam kondisi kritis akan dipindahkan ke provinsi tetangga, Balkh.

Setelah doa khusus festival, warga Afghanistan mengunjungi kerabat mereka. Mereka juga menyembelih sapi atau domba dan membagikan dagingnya kepada masyarakat miskin.

Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman tersebut, meskipun serangan tersebut memiliki ciri khas Taliban.

Pemberontakan yang dipimpin Taliban telah merajalela sejak mereka melancarkan serangan musim semi tahunan yang disebut “Al-Farooq” pada 3 Mei terhadap pasukan Afghanistan dan pasukan pimpinan NATO yang ditempatkan di negara tersebut.

Taliban memperingatkan warga sipil untuk menjauh dari pertemuan resmi, konvoi militer, dan pusat-pusat yang dianggap militan sebagai target sah, selain memperingatkan masyarakat untuk mendukung pemerintah dan pasukan asing.

Meskipun kehadiran Taliban lemah di provinsi Faryab yang relatif damai, yang berjarak 425 km barat laut ibu kota Kabul, sejumlah serangan yang dipimpin Taliban telah terjadi di sana dalam beberapa tahun terakhir.

Sebanyak sembilan warga sipil, termasuk seorang anggota dewan provinsi bernama Amanullah Shahabzai, tewas dan delapan luka-luka dalam pemboman di Faryab pada 14 Mei, dan tiga tentara Amerika, empat polisi Afghanistan, dan enam warga sipil tewas dan 24 luka-luka dalam bom bunuh diri Taliban. di Maimana 4 April tahun ini.

uni togel